Showing posts with label Wisata. Show all posts
Showing posts with label Wisata. Show all posts

Thursday, 17 March 2016

Unknown

Kondisi Situs Punden Lambang Kuning Madiun Memprihatinkan



LPKNM.com - Madiun. Situs bersejarah Punden Lambang Kuning yang terletak di Desa Nglambangan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, butuh perhatian. Saat ini, kondisi bangunan situs bersejarah peninggalan Kerajaan Majapahit itu banyak yang rusak.

Beberapa bangunan seperti bangunan untuk tempat benda pusaka dan berbagai jenis batu terlihat rusak.

Sebagian besar bangunan sudah retak-retak dan warna cat bangunan juga terlihat sudah pudar, karena sudah lama tidak dicat ulang. Selain itu, bangunan pendapa yang ada di kompleks situs bersejarah Punden Lambang Kuning juga terlihat sudah rusak, terutama di bagian keramik lantai.

Selain itu, pagar di bagian depan situs bersejarah ini belum jadi, gapura pintu masuk Punden Lambang Kuning juga terlihat belum selesai dibangun.

Juru Kunci Punden Lambang Kuning, Samiono, 43, mengakui situs bersejarah Punden Lambang Kuning butuh perhatian pemerintah. Ada beberapa bangunan yang sudah rusak dan belum diperbaiki. Menurut dia, pengelola situs tidak memiliki anggaran untuk memperbaiki bangunan yang rusak.

“Terakhir kali bangunan di situs Punden Lambang Kuning direnovasi Pemkab Madiun pada 1998. Setelah itu, hingga kini belum ada renovasi ulang bangunan yang sudah rusak,” kata dia, Selasa.

Kondisi ini membuat sejumlah barang bersejarah seperti benda pusaka harus dipindahkan demi keamanan.

Menurut Samiono, kelestarian situs bersejarah tersebut juga mengkhawatirkan karena tingkat keamanannya sangat minim. Sampai saat ini situs bersejarah ini belum memiliki pagar yang mengelilingi komplek lokasi itu. Padahal, di lokasi tersebut terdapat berbagai barang bersejarah yang tidak ternilai harganya.

“Saya sebenarnya khawatir dengan keberadaan barang-barang bersejarah di situs ini, karena tidak ada pagar yang mengitari bangunan. Tetapi, mau bagaimana lagi kondisinya memang seperti itu,” ujar dia.

Dia berharap ada perhatian dari Pemkab untuk memperbaiki bangunan dan menata kembali situs bersejarah Punden Lambang Kuning ini. Supaya benda-benda yang bernilai sejarah tersebut bisa terjaga dengan baik.

“Saya setiap hari harus mengecek dan memastikan kalau barang-barang tersebut masih ada. Meskipun selama ini belum pernah ada peristiwa barang bersejarah yang hilang, tetapi kondisi tersebut tetap membuat saya waswas. Orang bisa masuk dari sudut mana pun, karena memang tidak ada pagar yang mengelilinginya,” kata dia.
Baca Selengkapnya...
Unknown

Arkeolog Ungkap Bangunan Kuno Empat Zaman di Madiun


LPKNM.com - Madiun. Peneliti Balai Arkeologi Yogyakarta menyebut fondasi bangunan kuno yang ditemukan di Desa Dolopo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, merupakan bangunan yang didirikan secara bertahap sejak abad ke-8 sampai ke-16. Itu berarti mencakup masa Kerajaan Mataram Kuno, Kadiri, Singosari, Majapahit, hingga awal Islam.

"Situs seperti ini sangat langka," kata Sugeng Riyanto, anggota penelitian, Rabu, 16 Maret 2016. Dugaan Sugeng ini berangkat dari karakter fondasi. Fondasi yang ditemukan di kedalaman 2 meter dengan luas 3 meter itu memiliki empat ruang. Ada bagian yang menghadap ke barat, kemudian membujur ke selatan, satu ruangan, dan pembatas ruangan.

Antara bagian pertama dan kedua, menurut Sugeng, terlihat ada perbedaan karakter. "Kemungkinan tidak dibangun satu masa sekaligus," ujarnya.

Indikasi lain yang memperkuat dugaan tersebut adalah ditemukannya sejumlah pecahan tembikar. Sebagian di antaranya memiliki motif seperti yang ditemukan di Situs Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Gerabah keramik yang mirip dengan yang berasal dari Cina juga ada.

Menurut Sugeng, perlu ada penggalian lebih lanjut untuk mengungkap informasi fondasi empat zaman ini. "Hasil identifikasi sementara akan dikirim ke Balai Arkeologi Yogyakarta," ujar Sugeng.

Sebelumnya, Gatot Suhanto, warga Dusun Ngurawan, Desa Dolopo, menemukan fondasi kuno pertama kali di kebun miliknya. Pria 47 tahun ini juga menemukan patung sekitar tiga bulan lalu. "Saya langsung laporkan ke perangkat desa, kemudian warga membantu menggali sampai akhirnya menemukan fondasi kuno," tuturnya.
Baca Selengkapnya...
Unknown

Warga Madiun Temukan Benda Peninggalan Kerajaan Majapahit



LPKNM.com - Madiun. Warga Dusun Ngurawan, Desa Dolopo, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, kembali menemukan sejumlah benda bersejarah di sekitar Situs Ngurawan yang diduga kuat merupakan peninggalan era atau peradaban Kerajaan Majapahit.

Benda-benda tersebut ditemukan di halaman rumah milik Suharto, warga dusun setempat. Adapun benda yang ditemukan diantaranya berupa terakota atau gerabah kuno yang berbentuk patung dan cangkir yang bertuliskan huruf Mandarin.

Pemerhati Cagar Budaya Situs Ngurawan, Anto Purba, di Madiun, Selasa, mengatakan, terakota tersebut merupakan penanda kebudayaan Kerajaan Majapahit.

"Hal itu dilihat dari salah satu terakota yang berupa patung dengan penggambaran seksual seperti yang tertuang dalam Serat Centhini yang dibuat di era tersebut," ujat Anto Purba.

 
Selain menemukan terakota, juga ditemukan susunan batu bata berbentuk pondasi bangunan di pekarangan rumah Suharto tersebut.

Ia menjelaskan, benda-benda dan pondasi bangunan tersebut ditemukan sejak sebulan yang lalu dan akhirnya dilakukan penggalian atau ekskavasi yang baru selesai pada tanggal 12 Maret 2016.

Penggalian dilakukan oleh pemilik rumah Suharto dan Pemerhati Cagar Budaya Situs Ngurawan Anto Purba, perangkat desa setempat, dan sejumlahh warga sekitar.

"Kakateristik batu batanya berbeda. Bentuknya lebih besar sekitar 40 sentimeter dan jika diamati terdapat corak garis yang berbeda yang menunjukkan perbedaan ruangan. Beda tempat maka beda bata batu yang disusun," kata Anto.

Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan pondasi tersebut merupakan bangunan apa, bisa jadi berupa "kedaton". Adapun, susunan batu bata berbentuk pondasi bangunan tersebut ditemukan setelah warga menggali sekitar kedalaman 8 meter.

Pemilik halaman rumah, Suharto, mengatakan, penggalian dan temuan benda-benda serta susunan batu bata peninggalan peradaban Majapahit tersebut dilakukan setelah ia bermimpi.

Dalam mimpi tersebut, ia mengaku ada sebuah bangunan megah di halaman rumahnya. "Bangunan itu seperti istana kerajaan Jawa. Hanya saja tidak terlalu jelas," kata Suharto.

Camat Dolopo Arik Krisdiananto, mengatakan, banyak bena-benda bersejarah yang ditemukan warga di Situs Ngurawan selama beberapa tahun terakhir.

Bahkan, pada akhir tahun 2014 lalu, tim dari Balai Arkeologi Yogyakarta pernah melakukan ekskavasi di lokasi setempat dan menemukan banyak benda serupa.

"Dengan kata lain, Situs Ngurawan ini sangat berpotensi karena selama ini telah ditemukan banyak benda-benda bernilai sejarah," kata Arik.

Ia mengaku selama ini belum ada pengelolaan resmi di Situs Ngurawan dari Pemkab Madiun. Kalaupun ada, hanya sebatas kunjungan-kunjungan singkat yang izinnya diketahui oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun.

Arik menilai, jika digarap dan dikelola dengan baik, Situs Ngurawan bisa menjadi salah satu tempat tujuan wisata budaya yang menjajikan.

Untuk itu, pihaknya dengan para warga yang melakukan penggalian telah melaporkan hasil temuan berharga tersebut ke BPCB Provinsi Jawa Timur yang berkantor di Trowulan, Mojokerto, guna mendapatkan bimbingan dan dampingan. Hasilnya, dalam waku dekat tim BPCB akan meninjau lokasi temuan tersebut.
Baca Selengkapnya...

Wednesday, 2 March 2016

Unknown

Gubernur Tetap Minta Tarif Suramadu Digratiskan

Tarif Suramadu Digratiskan
LPKNM.com-Surabaya. "Alhamdulilah, penurunan tarif tol Suramadu sudah diberlakukan," ujar Gubernur Jatim Soekarwo secara spontan, ketika diberi tahu penurunan tarif tol Suramadu resmi diberlakukan.
Dengan resmi turunnya tarif tol Suramadu sebesar 50 persen, Pakde Karwo berharap tarif baru tersebut dapat memangkas biaya transportasi dari dan ke pulau Madura.

"Dengan begitu, ongkos barang ke Madura menjadi lebih murah. Ini penting untuk meningkatkan daya beli masyarakat," tegasnya.

Meski demikian, gubernur Jatim dua periode ini tetap berharap pemerintah nantinya menggratiskan tarif tol Suramadu. Ini agar harga barang di Surabaya dan Madura sama, tanpa ada tambahan biaya transportasi. "Itu sesuai dengan permintaan kami ke presiden," tukas Pakde Karwo.

Sebelumnya, kepada pemerintah pusat, Soekarwo minta pemberlakuan tarif baru penurunan tarif tol Suramadu, paling lambat diberlakukan awal bulan Maret.

Untuk mengawal itu, dia beberapa kali berkoordinasi dengan Menteri PU dan Perumahan Rakyat, agar Presiden Jokowi segera meneken Keputusan Presiden (Kepres) tentang penurunan tarif tol Suramadu. Kepres baru ini untuk mengubah Kepres 27/2008 yang selama ini digunakan.

Sebelumnya, tarif masuk jembatan Suramadu untuk kendaraan roda empat atau lebih, resmi mulai diberlakukan per 1 Maret 2016 pukul 00.00. "Sudah ada surat resmi dari pemerintah pusat untuk pemberlakuan tarif Suramadu," ujar Kepala Gerbang Tol Suramadu,  Suhariyono.

Pemberlakuan tarif berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor: 60/KPTS/M/2016 Tanggal 24 Februari 2016.

Sesuai surat tersebut maka tarif untuk jenis kendaraan golongan I (sedan, jip, pick up/truk kecil dan bus) senilai Rp 15 ribu, kendaraan golongan II (truk dengan dua gandar) Rp 22.500, kendaraan golongan III (truk tiga gandar) Rp 30 ribu, golongan IV (truk empat gandar) Rp 37.500, dan golongan Golongan V (truk lima gandar atau lebih) Rp 45 ribu.

Sosialisasi, lanjutnya, dilakukan dengan memasang beberapa pengumuman berupa spanduk dan lembaran yang dipasang di sekitar pintu gerbang Jembatan Suramadu, baik sisi Surabaya maupun Madura.

"Pemberitahuan telah dilakukan dan kami terus menyosialisasikannya. Tidak ada kendala dan semua berjalan lancar," ucapnya.
Baca Selengkapnya...

Monday, 22 February 2016

Unknown

Wali Kota Surabaya Sulap Dolly jadi Kampung Wisata


YALPK "Yayasan Advokasi Lembaga Perlindungan Konsumen"

LPKNM.com-Surabaya. Kawasan yang dulu dikenal sebagai lokalisasi Dolly di Surabaya, kini berubah total. Setelah ditutup oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, tempat itu disulap menjadi kampung wisata.
Peresmian dilakukan Risma, panggilan akrab Tri Rismaharini, setelah dilantik menjadi Wali Kota Surabaya untuk kedua kalinya.

"Hari ini saya meresmikan Kampung Wisata Inspirasi Dolly. Untuk yang pertama kali adalah Kampung Seni Mural. Kalau perlu, setiap bulan saya ke sini untuk meresmikan satu per satu tujuan wisata baru," ujar Risma, di kawasan eks Dolly.

Kampung Wisata Dolly terdiri dari beragam kampung tematik yang ditempatkan di gang berbeda. Lokasi yang sedang disiapkan adalah Kampung Hijau Lestari, Kampung Seni, dan Kampung Oleh-oleh.
Dalam mewujudkan rencana pengembangan ini, Pemerintah Kota Surabaya menggandeng kelompok anak muda Surabaya.

"Kami di sini sejak penutupan Dolly, dan akan tetap di sini sampai warga binaan kami benar-benar mandiri dan memahami konsep kampung wisata inspirasi Dolly yang telah kami gagas," jelas Dalu, Ketua Gerakan Melukis Harapan.

Selain meresmikan Kampung Seni Mural Dolly, Risma juga mengunjungi workshop kelompok usaha bersama (KUB) yang merupakan kelompok usaha sepatu Mampu Jaya.

Mural Dolly memberi kekhasan yang dipersembahkan Surabaya Creative Network (SCN) dan Gerakan Melukis Harapan (GMH). Gores warna Mudo akan menghias dinding eks-wisma Barbara dan dinding-dinding di kawasan Dolly.

Tema mural bermacam-macam, mulai dari sayap, lorong waktu, dan karakter animasi khas Kota Pahlawan. "Ini merupakan bagian awal dari perubahan Dolly, supaya gang Dolly kembali ramai.

Tentunya ramai dengan hal positif," kata Ketua SCN Hafshoh Mubarak.

Saat ditanya terkait tema yang dipilih, Hasfhoh mengatakan mengikuti tren anak muda pada masa kini yang gemar selfie.

"Kami memberi media untuk selfie, jadi anak muda dapat memanfaatkan tempat ini untuk berselfie ria,"ujarnya.

Tidak hanya itu Hafshoh berharap, dengan adanya Mudo (mural Dolly), kampung Dolly bisa meningkatkan perekonomian warga sekitar.

"Bila Dolly kembali ramai dikunjungi, setidaknya ini akan membawa berkah bagi warga.Ini merupakan langkah awal untuk Dolly sebagai kampung wisata kreatif," ujarnya.

Bukan hanya menyulap eks lokalisasi menjadi tujuan wisata, Risma juga berencana membuatkan lapangan sepakbola bagi ana-anak yang tinggal di lokasi itu.

"Saya akan buatkan lapangan sepak bola untuk anak- anak di sini agar mereka dapat berlatih maksimal dan potensi mereka dapat tersalurkan,"kata Risma di depan puluhan anak Dolly.

"Kapan- kapan main sepak bola bareng ibu," tambahnya. Rencananya tim sepak bola anak-anak Dolly akan dibagi menjadi 2 tim, yaitu tim U-12 (usia 12 tahun)dan U-15.

Saat ini baik tim U-12 dan U-15 telah terisi 22 anak tiap tim. Pelatih dan bagian perekrutan masih akan melakukan seleksi lagi.

Krisna Aji Bimantara, seorang pemain U-15 mengatakan dirinya senang karena telah diberikan fasilitas oleh Pemerintah Kota Surabaya.

"Kami sangat senang, apalgi bisa dilatih oleh Anam Maqruf dari Persebaya United," ujarnya.

"Terimakasih banyak Bu Risma," sorak anak- anak yang tergabung dalam tim sepak bola Dolly.
Rencananya mereka akan diikutan dalam pertandingan Piala Wali Kota yang akan diselenggarakan tahun ini. 

Baca Selengkapnya...

Saturday, 13 February 2016

Unknown

Wisata Murah Taman Bungkul

Taman Bungkul Surabaya (1)
Sebagai LPKNM.com-Surabaya. salah satu kota besar dengan tingkat polusi yang cukup tinggi, Kota Surabaya memiliki sejumlah taman kota yang berfungsi meminimalisir hal tersebut. Taman-taman ini dikelola dengan cukup baik dan tampak indah. Dengan banyaknya pepohonan yang dimiliki, taman-taman ini menjadi tempat yang pas untuk beristirahat sejenak dari kesibukan pekerjaan dan mengisi paru-paru kita dengan lebih banyak oksigen untuk kondisi badan dan pikiran yang lebih baik. Salah satu taman kota yang bisa anda kunjungi di Surabaya adalah Taman Bungkul. Taman ini berhasil memadukan fungsi rekreasi, sosial, pendidikan dan budaya menjadi satu. Tak heran jika taman ini berhasil mendapatkan Asian Townscape Award pada tahun 2013 yang diberikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.
makam bungkulTaman yang berdiri di area seluas 900 m² berada  di Jalan Raya Darmo tak jauh dari lokasi Kebun Binatang Surabaya. Nama Taman Bungkul berasal dari keberadaan makam salah satu sunan dan mertua dari Sunan Giri yang bernama Ki Ageng Supa atau yang lebih dikenal dengan Mbah Bungkul. Makam Mbah Bungkul ini kerap dikunjungi para peziarah yang menjadikan taman di sekitar makam ini cukup ramai. Apalagi semenjak taman ini diubah menjadi taman yang sempurna oleh pemerintah setempat, pengunjung taman ini terus meningkat. Banyak kawula muda yang menggunakan taman ini sebagai tempat nongkrong. Banyak pula keluarga dan pasangan yang menghabiskan waktu bersama di taman ini. Nah, mari kita simak apa yang membuat taman ini menjadi begitu diminati oleh warga Surabaya dan sekitarnya.
1. Taman Ramah Anak dan Keluarga
bungkul-park-surabaya-08Taman yang mulai diresmikan sejak 21 Maret 2007 ini memiliki sejumlah fasilitas permainan yang akan membuat anak-anak anda betah berlama-lama di sana. Ada permainan jungkat-jungkit, seluncuran, ayunan, dan beberapa permainan lainnya. Ada pula kolam air mancur dan green park yang semakin mempermanis keberadaan taman. Anda juga bisa jogging bersama buah hati anda di sepanjang jogging track yang ada di taman.

2. Tempat Nyaman Para Komunitas
skateboard track bungkul
Dengan penataan taman yang nyaman, sejumlah komunitas kerap menggunakan Taman Bungkul sebagai area mereka berkumpul, baik untuk sekedar ngobrol atapun melakukan aktivitas dan event mereka. Apalagi Taman Bungkul juga dilengkapi dengan skateboard track yang kerap digunakan pecinta skateboard untuk berlatih. Para pecinta sepeda BMX juga kerap menggunakan area tersebut untuk berlatih. Nongkrong di Taman Bungkul semakin seru dengan adanya akses WiFi gratis yang bisa diakses untuk umum. Taman ini juga dilengkapi dengan keran air siap minum bagi semua pengunjung taman.
3. Sentra PKL yang Tertata
sentra PKL bungkulNgobrol memangg seru kalau ditemani dengan camilan. Tapi terkadang keberadaan pedagang kaki lima kerap merusak keindahan taman. Namun hal ini tidak akan dijumpai di Taman Bungkul. Sentra PKL tertata dengan rapi yang akan membuat kita nyaman selama bersantap dan keindahan taman tetap terjaga. Beberapa kuliner khas Surabaya seperti rujak cingur, lontong balap, dan sebagainya.
4. Taman Sejuta Event
amfiteater bungkulTaman Bungkul kerap digunakan sebagai tempat acara-acara penting di Surabaya. Dengan amfiteater berdiameter 33 m, Taman Bungkul menjadi tempat yang pas untuk melakukan banyak acara. Di hari minggu anda bisa mengikuti Car Free Day yang begitu ramai di Taman Bungkul. Jadi pastikan untuk menikmati kesegaran udara di Taman Bungkul dan bersenang-senanglah di sana dengan semua fasilitas yang dimiliki Taman Bungkul.
Baca Selengkapnya...